Sikap dan Perilaku yang Baik Saat Interview Kerja

Cara Membuat Lamaran Kerja yang Menarik dan Profesional Lowongan Kerja Lowongan Kerja BUMN Lulusan D3/S1 Sikap dan Perilaku yang Baik Saat Interview Kerja

Tentang Karir BKK

Bursa Kerja Khusus (BKK) hadir sebagai jembatan antara pencari kerja dan dunia industri. Melalui layanan informasi lowongan kerja, penyaluran tenaga kerja, serta pendampingan bagi calon tenaga kerja, BKK membantu siswa dan alumni mendapatkan akses menuju peluang karier yang sesuai dengan kompetensi dan minat mereka.

Temukan peluang karier Anda dan persiapkan diri untuk melangkah menuju dunia kerja bersama BKK.

Sikap dan Perilaku yang Baik Saat Interview Kerja

Interview kerja merupakan salah satu tahapan penting dalam proses rekrutmen. Pada tahap ini, perusahaan tidak hanya menilai kemampuan dan pengalaman kandidat, tetapi juga memperhatikan sikap, perilaku, cara berkomunikasi, dan tingkat profesionalisme.

Memiliki CV yang bagus saja belum cukup. Sikap yang tepat saat interview dapat membuat Anda terlihat lebih percaya diri dan memberikan kesan positif kepada pewawancara.

 

1. Datang Tepat Waktu

Datang tepat waktu merupakan bentuk penghargaan kepada perusahaan dan pewawancara. Usahakan tiba 10–15 menit sebelum jadwal interview agar Anda memiliki waktu untuk mempersiapkan diri.

Jika interview dilakukan secara online, pastikan perangkat, kamera, mikrofon, dan koneksi internet sudah diperiksa sebelumnya.

2. Berpakaian Rapi dan Sopa

Penampilan menjadi salah satu hal pertama yang diperhatikan saat interview. Gunakan pakaian yang bersih, rapi, dan sesuai dengan budaya perusahaan.

Tidak harus menggunakan pakaian yang mahal. Yang terpenting adalah terlihat profesional, bersih, dan nyaman.

3. Tunjukkan Sikap Percaya Diri

Percaya diri dapat membuat Anda terlihat lebih siap menghadapi interview. Saat menjawab pertanyaan, berbicaralah dengan suara yang jelas dan jangan terlalu cepat.

Hindari sikap seperti :

  • Menundukkan kepala terus-menerus.
  • Berbicara terlalu pelan.
  • Terlalu sering mengatakan “eee” atau “anu”.
  • Terlihat panik ketika mendapatkan pertanyaan.

Percaya diri bukan berarti harus terlihat sempurna. Jika tidak mengetahui jawaban suatu pertanyaan, lebih baik menjawab dengan jujur daripada memberikan informasi yang tidak benar.

4. Berikan Salam dan Senyum

Ketika bertemu pewawancara, berikan salam dengan sopan dan tunjukkan senyum yang natural.

Contohnya :

“Selamat pagi, Pak/Bu. Perkenalkan, saya Budi. Terima kasih sudah memberikan kesempatan kepada saya untuk mengikuti interview hari ini.”

Sikap sederhana seperti ini dapat membantu menciptakan suasana interview yang lebih nyaman.

5. Jaga Kontak Mata

Saat berbicara dengan pewawancara, usahakan melakukan kontak mata secara wajar. Jangan terus-menerus melihat ke bawah atau memainkan ponsel.

Kontak mata menunjukkan bahwa Anda memperhatikan dan menghargai lawan bicara.

Namun, tidak perlu menatap pewawancara tanpa berkedip. Lakukan secara natural.

6. Dengarkan Pertanyaan dengan Baik

Jangan terburu-buru menjawab sebelum pewawancara selesai berbicara. Dengarkan pertanyaan sampai selesai dan pastikan Anda memahami maksudnya.

Jika pertanyaan kurang jelas, Anda dapat meminta pewawancara mengulanginya dengan sopan.

Contoh :

“Mohon maaf, Pak/Bu. Apakah boleh pertanyaannya diulangi?”

Hal ini jauh lebih baik daripada memberikan jawaban yang tidak sesuai dengan pertanyaan.

7. Jawab Pertanyaan dengan Jujur

Kejujuran merupakan salah satu sikap penting dalam interview. Jangan melebih-lebihkan pengalaman, kemampuan, atau prestasi yang sebenarnya tidak Anda miliki.

Jika ditanya mengenai suatu kemampuan yang belum dikuasai, Anda dapat menjawab :

“Untuk saat ini saya belum memiliki pengalaman langsung menggunakan aplikasi tersebut. Namun, saya tertarik mempelajarinya dan siap mengikuti pelatihan jika diberikan kesempatan.”

Jawaban seperti ini menunjukkan bahwa Anda jujur sekaligus memiliki kemauan untuk belajar.

8. Hindari Membicarakan Keburukan Perusahaan atau Atasan Sebelumnya

Jika Anda pernah bekerja di perusahaan lain, mungkin pewawancara akan bertanya mengenai alasan Anda keluar dari pekerjaan sebelumnya.

Hindari menjelek-jelekkan mantan atasan, rekan kerja, atau perusahaan sebelumnya.

Gunakan jawaban yang lebih profesional, misalnya:

“Saya ingin mencari kesempatan baru yang dapat memberikan ruang bagi saya untuk mengembangkan kemampuan dan mendapatkan pengalaman yang lebih luas.”

9. Tunjukkan Antusiasm

Perusahaan tentu ingin mendapatkan kandidat yang memiliki ketertarikan terhadap posisi yang dilamar. Karena itu, tunjukkan antusiasme selama interview.

Anda dapat mempelajari terlebih dahulu mengenai perusahaan dan posisi yang dilamar. Dengan begitu, Anda dapat memberikan jawaban yang lebih relevan ketika ditanya mengenai alasan ingin bergabung.

10. Jangan Terlalu Banyak Bermain dengan Ponse

Saat interview tatap muka, sebaiknya simpan ponsel dan aktifkan mode senyap. Jangan memeriksa pesan atau menerima telepon kecuali dalam keadaan yang benar-benar penting.

Menggunakan ponsel saat interview dapat memberikan kesan bahwa Anda kurang menghargai waktu dan proses seleksi.

11. Gunakan Bahasa yang Sopan

Gunakan bahasa yang profesional selama interview. Hindari penggunaan bahasa yang terlalu santai, slang, atau kata-kata yang kurang pantas.

Anda juga tidak perlu berbicara terlalu formal hingga terdengar kaku. Yang terpenting adalah sopan, jelas, dan mudah dipahami.

12. Ajukan Pertanyaan di Akhir Interview

Biasanya pewawancara akan memberikan kesempatan kepada kandidat untuk bertanya. Jangan langsung menjawab “tidak ada”.

Anda dapat menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan, misalnya:

“Bagaimana gambaran tanggung jawab posisi ini dalam tiga bulan pertama?”

atau :

“Bagaimana proses selanjutnya setelah interview ini?”

Pertanyaan yang relevan menunjukkan bahwa Anda memiliki ketertarikan terhadap posisi tersebut.

13. Akhiri Interview dengan Sopa

Setelah interview selesai, jangan langsung pergi begitu saja. Ucapkan terima kasih kepada pewawancara atas waktu dan kesempatan yang diberikan.

Contohnya :

“Terima kasih banyak atas waktu dan kesempatan yang diberikan kepada saya hari ini. Saya sangat senang bisa mendapatkan kesempatan untuk mengikuti proses interview ini.”

Kesalahan yang Sebaiknya Dihindari Saat Interview
Beberapa perilaku berikut dapat memberikan kesan kurang baik kepada pewawancara:

  1. Datang terlambat tanpa memberikan informasi.
  2. Tidak mengetahui posisi yang dilamar.
  3. Berbohong mengenai pengalaman kerja.
  4. Memotong pembicaraan pewawancara.
  5. Menggunakan ponsel selama interview.
  6. Berbicara buruk tentang perusahaan sebelumnya.
  7. Terlalu percaya diri hingga terkesan sombong.
  8. Menjawab pertanyaan dengan terlalu singkat tanpa penjelasan.
  9. Tidak memperhatikan penampilan.
  10. Tidak mengucapkan terima kasih setelah interview.

Kesimpulan

Interview kerja bukan hanya tentang menjawab pertanyaan dengan benar. Sikap dan perilaku selama interview juga menjadi bagian penting dalam penilaian perusahaan.

Datang tepat waktu, berpakaian rapi, percaya diri, menjaga komunikasi, mendengarkan dengan baik, dan menjawab pertanyaan dengan jujur adalah beberapa sikap yang dapat membantu memberikan kesan positif.

Persiapkan diri sebelum interview, kenali perusahaan dan posisi yang dilamar, serta tetap menjadi diri sendiri. Dengan persiapan yang baik dan sikap profesional, Anda akan lebih siap menghadapi proses interview dan meningkatkan peluang mendapatkan pekerjaan yang diinginkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *